Sabtu, 11 Juni 2016

6 Cara Mengajarkan Disiplin Pada Anak

Dalam mendidik anak jangan pernah menyerah Bun, meskipun kadang menjengkelkan, Bunda harus tetap sabar demi masa depannya nanti. Dan Salah satu hal terpenting yang Bunda harus tanamkan pada anak sejak kecil adalah sikap disiplin.

Kedisiplinan anak harus ditanam sejak dini agar saat besar si anak sudah terbiasa dengan hidup disiplin, Selain itu kedisipinan juga menjadi salah satu cara mencerdaskan anak. Namun tentunya tidak mudah untuk mengajarkan anak disiplin, karena sudah banyak orang tua yang pasrah bahkan dengan cara pemaksaan mengajarkan anak. Padahal cara itu tidak boleh dilakukan.

Perlu Bunda tahu, kalau disiplin itu tak hanya menepati waktu tapi juga dapat mendidik anak agar bisa peduli dengan sekitar dan mengontrol diri. Apalagi kunci kesuksesan salah satunya karena kedisiplinan. Berikut kiat dan tips Cara Mengajarkan Disiplin Pada Anak yang perlu Bunda praktekan dari sekarang.

Tips Mendidik Kedisplinan Pada Anak

tips mengajarkan displin pada anak
1 Ajak anak berbicara dari hati ke hati.
Time in, not time out. Pada saat sianak sedang berprilaku tidak baik, Hal ini menunjukkan bahwa sianak ini ingin mengungkapkan sesuatu. Anda tidak boleh mendiamkan anak, nantinya mereka akan jauh dari anda. Hal yang harus anda lakukan adalah mendekatinya dan tanyakanlah secara lembut ke anak ada apa yang sedang terjadi dan apa yang kau rasakan?. Perilaku seperti ini juga dapat menghilangkan kenakalan anak. Hal ini mengajarkan anda bahwa mengapa sianak melakukan hal tersebut dan apa yang harus anda lakukan untuk mengatasi sianak.

2 Buat aturan yang jelas
Anda harus membuat aturan yang jelas, hal ini bermanfaat jika sianak melakukan kesalahan anda dapat menegurnya/memperingatinya. Beda halnya jika anda tidak membuat peraturan dan memberikannya, nantinya sianak ini tidak tahu apa yang salah dan apa yang benar dan selain itu juga anda tidak memiliki hak atau wewenang untuk menyalahkan sianak dan tidak dapat membuat anak disiplin karena ia tidak tahu aturan yang benar dan yang salah.

3 Tekankan konsekuensi apa yang mereka terima bila melakukan suatu tindakan.
Anda harus memberi anak anda konsekuensi jika sianak melakukan suatu tindakan, Contohnya itu seperti " Kakak, jika kamu mengambil mainan punya adik, maka kakak tidak ibu izinkan untuk bermain diruang bermain." Akan tetapi, tidak ada kompromi untuk keselamatan dan kesehatan sianak. Jadi, anda harus tetap mengawasi anak dan tidak boleh membiarkannya terjadi hal-hal yang berbahaya bagi diri sendiri atau orang lain.

4. Menghindari perdebatan
pada saat anda menyalahkan putra atau putri anda, akan tetapi dia melakukan pembelaan diri. Anda harus mencoba untuk menjawab yang tidak membuat sianak ini terpojok. Dan disisi lain lagi, anda harus melakukan suatu tindakan mempertimbangkan apa yang sedang sianak rasakan. Misalnya, sianak berteriak "Ini tidak Adil!", dan anda harus menjawab "ya, ayah mengerti". Dengan anda melakukan hal ini, jadi anda sebagai orang tua tidak akan memiliki nafsu untuk ingin menang dan anak anda akan merasa bahwa dia mengerti dan tidak melanjutkan perdebatan.

Baca juga : Cara Mengatasi Anak Manja Agar Mandiri

5. Berikan pilihan, namun tetap beri mereka batasan.
Anda harus membuat pilihan, agar sianak ini merasa bahwa dirinya itu dianggap dan nantinya sianak ini akan lebih kooperatif guys. Selain itu juga, anda harus membatasi pilihannya yang dapat bisa diterima oleh anak. Contohnya itu seperti, pada saat anda menawarkan dua pilihan makanan untuk sarapan ke mereka (yang sudah disediakan). Maka dari itu siapkanlah secepatnya, nantinya sianak ini akan mengikuti perilaku ini. Bahwa setiap pilihan itu ada batasnya.

6. Tenangkan diri Anda ketika emosi
Pada saat sianak ini ingin berbuat suatu tindakan yang membuat anda sedikit marah ataupun menurut anda kurang tepat, cobalah anda tenangkan diri anda keluar ruangan. atau juga anda dapat mengatakan hal ini "Sepertinya ibu kurang setuju kak, Nanti akan ibu beritahu hal ini kalau sudah ibu pertimbangkan kak". Jika anda merasa bahwa diri anda sudah tenang, cobalah anda mengatakan pendapat anda dan beritahu ia konsenkuensi dari apa yang sudah mereka perbuat. Anda tidak boleh menanggapi hal ini dengan marah, cukup dengan memberitahu sianak dan biarkanlah permasalahannya dihadapi sendiri oleh anak anda.

Advertiser